Jangan Mengoleskan Produk Kecantikan Berlebihan

KOMPAS.com – Ada kesalahpahaman umum yang dipercaya banyak wanita tentang produk kecantikan. Menurut kepercayaan populer tersebut, semakin banyak produk yang digunakan dalam merawat wajah, kulit akan semakin bagus.

Akan tetapi pendapat Ranella Hirsch, assistant clinical professor dermatology, Boston University School of Medicine justru sebaliknya. Cukup lakukan rutinitas singkat dan tepat akan membuat kulit Anda sehat dan indah.

• Perlindungan wajah
Fokus rutinitas pagi Anda pada perlindungan kulit wajah. Selalu awali dengan membersihkan wajah dengan pembersih yang lembut dalam formulasi apa saja yang paling sesuai dengan kulit Anda. Lalu oleskan serum antioksidan jika Anda suka dan selesaikan dengan pelembap, kemudian tabir surya. Anda dapat memilih produk pelembap dan tabir surya secara terpisah atau yang tersedia dalam satu kemasan.

• Bereskan masalah malam hari
Kalau pagi hari fokus pada perlindungan, perawatan malam hari difokuskan untuk mengatasi semua masalah kulit utama Anda. Cuci dengan pembersih yang sama, kemudian terapkan bahan aktif yang tepat. Misalnya, jika Anda menyadari garis-garis halus, pertimbangkan krim yang mengandung peptide. Jika garis-garisnya lebih dalam lagi, konsultasikan dengan dokter kulit Anda tentang retinoid. Sedangkan untuk masalah jerawat, cobalah pengobatan asam salisilat.

• Lakukan dengan singkat
Setiap rutinitas, pagi dan malam, tidak perlu memakan waktu lebih dari lima menit. Bersihkan, dan kemudian melanjutkan ke langkah berikutnya. Kulit yang basah akan memaksimalkan penetrasi krim kecantikan (kecuali produk dengan resep dokter).

• Jangan berlebihan
Anda hanya membutuhkan sebuah lapisan tipis produk yang paling aktif. Wanita biasanya mengoleskan krim  terlalu banyak dan berlebihan. Sekali seminggu, manjakan diri Anda dengan perawatan kulit ekstra. Jika kulit Anda berminyak dan tidak menggunakan produk berbahan aktif retinol malam hari, lakukan masker peeling.  Sedangkan bagi kulit kering oleskan masker ceramide.

 

Sumber: Allure

5 Kebiasaan Yang Perlu Diubah Agar Kulit Tetap Cantik

KOMPAS.com – Tahukah Anda, bahwa kerutan, kantung mata, dan kulit kemerahan tak hanya disebabkan oleh matahari atau genetik? Hal-hal kecil yang Anda lakukan setiap harinya bisa jadi penyebab itu semua. Untuk mendapatkan kulit yang cantik dan bagus, mungkin hanya perlu mengubah kegiatan-kegiatan kecil sehari-hari Anda saja. Berikut tips yang diberikan oleh Mary P. Lupo, MD, dermatologis dari New Orleans, Amerika:

1. Kebiasaan mengeksfoliasi kulit wajah dengan butiran-butiran (scrubs) dari bahan-bahan yang keras bisa merusak kulit. Terkadang ada beberapa produsen produk kecantikan memiliki eksfoliator dari benda-benda seperti kerang yang dihaluskan, kacang, atau biji-bijian. Sayangnya, benda-benda tersebut terkadang masih memiliki sudut-sudut yang tajam, dan tak jarang melukai kulit.

Sebaiknya ganti dengan scrub yang kecil dan bundar. David Bank, MD, dermatologis dari Mt. Kisco, New York mengatakan, jika Anda memiliki kulit wajah yang sensitif, coba gunakan eksfoliator dari baking soda. Cukup campurkan baking soda secukupnya dengan air hingga menjadi pasta. Lalu, gunakan sebagai scrub.

2. Kebiasaan mandi atau berendam dengan air hangat/panas terlalu lama bisa mengikis kulit. Terlalu lama mandi dengan air panas bisa membuat lapisan lipid (pengikat sel kulit yang membuatnya tetap lembab) jadi terkikis. Memang, beberapa jam kemudian lipid akan terbentuk kembali, namun selama proses tersebut, kelembaban tubuh terhilang dalam jumlah yang cukup banyak. Belum lagi jika air memiliki kandungan klorin yang bisa membuat kulit kering dan teriritasi. Jika memang harus mandi dengan air panas, usahakan tak lebih dari 10 menit, demi menjaga agar kulit tetap segar dan lembab.

3. Cek rutin ke dokter mata. Gerakan otot yang berulang, seperti mengernyit, bisa menyebabkan kerutan atau garis halus sementara (di antara alis dan di bagian luar mata) menjadi permanen. Kebanyakan wanita tak menyadari bahwa mereka harus memeriksakan mata mereka secara rutin, setidaknya dua tahun sekali. Apalagi ketika mereka mulai menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan penglihatan, tanpa sadar kita akan mengernyit, hingga menghasilkan kerutan. Entah Anda mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan atau tidak, mata Anda sebaiknya rutin diperiksa. Jangan malu pula untuk mengenakan kacamata hitam ketika berada di luar ruangan di siang hari. Selain untuk menghindari kerutan, juga untuk mencegah katarak yang bisa terjadi akibat terkena paparan sinar matahari langsung dan sering.

4. Kebiasaan menata rambut usai mencuci wajah di pagi hari? Sebaiknya ubah kebiasaan ini. Mengapa? Karena secara tak disadari, produk-produk penata rambut bisa tersangkut di anak-anak rambut, yang ada di sekitar wajah. Ujung-ujungnya, akan ada jerawat-jerawat di sekitar anak rambut dan pori-pori tersumbat akibat produk-produk penata rambut. Langkah yang sebaiknya dilakukan adalah, jika Anda sudah keramas di malam hari, tatalah rambut di pagi hari. Lakukan penataan rambut dulu, lalu bersihkan wajah Anda. Jika hal ini merepotkan, Anda bisa membersihkan wajah usai penataan rambut dengan tisu basah khusus wajah atau untuk bayi sebelum menggunakan make-up.

5. Tidur menyamping. Jika Anda seperti kebanyakan orang yang terbangun karena alarm, tapi tak langsung beraktivitas, kemungkinan terbesar Anda masih menempelkan wajah di bantal sebentar. Gravitasi bisa menyebabkan cairan mengumpul di bagian bawah mata, menyebabkan bawah mata bengkak. Ketika ini terjadi setiap hari, maka akan terjadi kantung mata.

Mereka yang tidur menyamping juga cenderung memiliki kerutan. Garis-garis akibat seprai yang tertinggal di wajah, jika terjadi setiap hari akan menjadi permanen. Karena lipatan atau kerutan yang terjadi setiap hari dan terus-menerus menyebabkan kolagen rusak. Ada baiknya Anda mencoba melatih diri untuk tidur telentang. Boleh coba dengan tidur menggunakan bantal travel yang bentuknya mirip tapal kuda. Atau, letakkan bantal kecil di bagian bawah lutut. Ini akan memberikan tulang punggung Anda sokongan netral dan membuat Anda tak ingin membalikkan tubuh. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengganti seprai dengan seprai sutera yang jarang menggumpal, sehingga tak akan meninggalkan guratan pada wajah.

Sumber: health.com

Posisi Tidur Pengaruhi Kecantikan Kulit

KOMPAS.com – Jika kita bertanya pada Patricia Farris, MD, asisten profesor klinis bidang dermatologi di Tulane University School of Medicine, mengenai bagaimana posisi tidur yang terbaik, Farris akan menjawab, posisi terlentang lebih baik ketimbang tengkurap. Sebab, posisi tengkurap atau menyamping dapat berpengaruh pada pembentukan kerutan pada wajah dan mata. Posisi ini bisa menimbulkan goresan atau garis yang membekas permanen pada kulit.

Lalu bagaimana jika kita sudah terbiasa untuk tidur dengan posisi tengkurap atau menyamping? Coba ganti sarung bantal dengan bahan dari satin. Tekstur kain satin yang halus seperti sutera dapat membebaskan kulit wajah dari kerutan. Lalu, pakai juga selimut agar kita lebih rileks dan suhu tubuh selalu hangat. Kondisi ini akan membuat tidur kita lebih berkualitas sehingga kerja hormon melatonin makin efektif bagi kulit.

Selain posisi tidur, kita juga harus memperhatikan bantal yang kita gunakan. Usahakan posisi kepala lebih tinggi daripada jantung saat tidur. Tujuannya, agar ketika bangun, mata tidak terlihat bengkak. “Posisi kepala yang sejajar dengan jantung saat tidur, akan membuat aliran darah mengumpul pada wajah,” Farris melengkapi.

Jangan lupa untuk mengaplikasikan posisi tidur yang benar ini. Setelah itu, lihat bagaimana perubahan kulit wajah kita.

(Prevention Indonesia Online/Intan Sari Boenarco/Siagian Priska)

Wawasan Tentang Efek Samping Suntik Pemutih

Apakah Efek Samping Suntik Pemutih – Walaupun vitamin C yang merupakan bahan dasar dari Suntik Pemutih yang dapat larut dalam air dan juga apabila asupannya berlebihan bisa dikeluarkan secara otomatis melalui urin namun vitamin C juga mempunyai efek samping bila dikonsumsi dengan dosis yang tidak tepat. Balita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 400 mg karena bisa diare. Orang dewasa tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2000 mg sehari karena selain bisa menyebabkan penyakit maag juga bisa mengganggu kerja ginjal.

Efek samping yang ditakutkan adalah terjadinya batu ginjal. Pada seseorang yang mempunyai keturunan penyakit ini, vitamin C yang berlebih bisa mengendap menjadi kristal apalagi bila orang tersebut kurang minum air putih tiap harinya. Gejala yang dirasakan pada pengidap batu ginjal adalah rasa pegal dan sakit di daerah pinggang. Bila timbul gejala ini setelah penyuntikan vitamin C maka harus segera dihentikan pemberian vitamin C.

Sebaiknya juga seseorang yang terbukti mempunyai keturunan penyakit batu ginjal tidak melakukan penyuntikan vitamin C. Pengidap maag juga harus hati-hati, karena vitamin C yang bersifat asam maka sebaiknya konsumsi vitamin C dianjurkan untuk makan terlebih dahulu untuk menghindari rasa perih di daerah lambung. Banyak manfaat yang bisa diambil bila mengkonsumsi vitamin C, tapi yang harus perlu diingat bahwa mengkonsumsi vitamin C bukan merupakan terapi utama tetapi merupakan terapi penunjang.

Harus berhati-hati mengkonsumsi vitamin C bila mempunyai riwayat penyakit maag dan batu ginjal karena bisa memperberat penyakit akibat efek samping Suntik Pemutih ini. Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu dilakukan penyuntikan, maka bisa menyebabkan kematian seketika. Oleh karena itu sebelum melakukan Suntik Pemutih ada baiknya berkunsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang berkompeten dan jangan terlalu berlebihan menggunakan Suntik Pemutih.

Memahami Suntik Pemutih dan Suntik Vitamin C

Suntik Pemutih umumnya berisi zat antioksidan. Antioksidan utmanya berupa vitamin C dosis tinggi (1000 s/d 4000 mg) dicampur dengan glutation (600 mg).
Banyak juga yang menambahkan plasenta, yaitu ari-ari bayi untuk menumbuhkan sel-sel baru yang muda. Plasenta, bisa berasal dari manusia atau hewan, baik yang halal (sapi) atau haram (babi). Untuk muslim, plasenta ini tidak halal. Bayangkan resikonya kalau sampai masuk langsung kedalam darah! Apalagi sebenarnya zat ini fungsi utamanya bukan utnuk memutihkan kulit.
Cara zat itu dimasukkan ke dalam tubuh, melalui injeksi pada otot di bokong (intramuskuler) atau langsung ke pembuluh darah balik (intravena/infuse). Perbedaan cara mnyuntikkan di bokong dengan infuse adalah masalah dosis. Vitamin C kalau disuntikkan pada otot bokong terasa sangat nyeri, oleh sebab itu hanya bisa dosis kecil (100 mg) sekali suntik. Cara ini banyak ditawarkan di salon kecantikan dan dilakukan bukan oleh tenaga medis sehingga beresiko.
Sebenarnya dosis 100 mg tidak banyak manfaatnya karena hampir sama dengan tablet vitamin C yang diminum (peroral). Oleh sebab itu hati-hati dengan tawaran suntik pemutih di salon. Karena konsumen tidak mengerti, sering dikenakan biaya mahal.
Sedangkan infuse pemutih umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau perawat terlatih yang diawasi oleh dokter. Vitamin C dosis tinggi (1000-4000 mg) di encerkan dengan cairan infuse larutan garam faal (NaCl 0,9%) sebanyak 50-100 cc, diinfuskan melalui pembuluh darah balik di lengan, perlahan-lahan selama 10-15 menit. Untuk tujuan mencerahkan warna kulit umumnya frekuensi infuse satu atau 2 kali seminggu selama 6 sampai 8 kali. Biaya sekitar 200 ribu hingga 350 ribu sekali infuse tergantung dosis, kwalitas obat dan alat.

Vitamin C

Didalam tubuh manusia, vitamin C (asam askarbonat) adalah antioksidan utama dan terkuat. Vitamin C tidak dibentuk oleh tubuh, harus didapat dari luar melalui makanan atau suplemen (diminum atau disuntikkan). Makanan yang banyak mengandung vitamin C terutama buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, lemon, papaya, tomat dan sayur-sayuran.
Fungsi vitamin C untuk kulit adalah mempertahankan dan membentuk kolagen sehingga kulit tetap kenyal dan lentur, mengurangi pembentukan melanin yang berarti kulit (seluruh tubuh) akan berwarna lebih terang seta cerah (efek ini yang diutamakan dalam suntik penutih). Selain itu melindungi kulit dari sinar UV (terbakar, flek, kanker, alergi) dan radikal bebas dari lingkungan, juga mempercepat penyembuhan luka.
Vitamin C membantu system syaraf bekerja dengan baik. Penyerapan besi dan kalsium diperbaiki dengan adanya vitamin C, dan menambah kekuatan tubuh melawan infeksi. Manfaat lainmeningkatkan kadar kolesterol HDL (baik), mencegah terbentuknya kolesterol LDL 9jahat), menghambat penyumbatan pembuluh darah. Vitamin C juga berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah influenza dan menghindarkan perdarahan gusi. Dan juga dapat memperlambat timbulnya katarak ( kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan buta) terhadap mata.
Dosis yang dianjurkan hanya 90 mg (pria) dan 75 mg (wanita) perhari. Dosis maksimum untuk jangka lama 2000 mg jangka pendek 3000 mg. ada pendapat ahli mengatakan bahwa dosis vitamin C tidak dapat lebih banyak dari 250-500mg. pandapat lain ialah tubuh hanya mempu menyimpan/menyerap 1200 mg dalam 3 minggu.
Sifat vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, disaring diginjal dan dibuang melalui air seni. Kelebihan dosis akan dibuang melalui air seni, dan ginjal akan bekerja keras menyaringnya.
Perhatian: Vitamin C dosis tinggi seperti suntik pemutih hanya boleh dilakukan jangka pendek, karena membebani ginjal. Memang masih ada beda pendapat menganai vitamin C dosis tinggi seperti yang digunakan pada suntik pemutih.
Ada yang mengatakan tidak ada gunanya karena yang diserap hanya sebagian kecil yang lain terbuang melalui urin, tapi ada juga penelitan yang membuktikan sebaliknya. Karena masalah dosis inilah maka supaya aman pada suntik pemutih ditambahkan zat antioksidan lain (misalnya glutation) sehingga dosis Vitamin C tidak perlu terlalu tinggi, efek sampingnya terhadap organ tubuh lain sedikit, tetapi efek antioksidannya tercapai.

Apa itu antioksidan?
Antioksidan adalah zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga tidak membahayakan tubuh. Radikal bebas adalah electron ‘jahat’ yang menyerang sel-sel tubuh (termasuk kulit), sehingga sel cepat rusak, menua dan mempercepat timbulnya kanker.
Radikal bebas ini bisa berasal dari tubuh sendiri akibat makan berlebihan kalori, pengawet dan penyedap makanan, stress fisik dan emosi dan atau dari lingkungan berupa polusi, sinar ultra violet dari matahari, asap rokok, penyakit, diet ketat dan salah dll.
Secara alami, tubuh memproduksi antioksidan sendiri tetapi kadang jumlahnya tidak mancukupi dan harus ditambah dari luar, dapat melalui makanan yang banyak mengandung antioksidan yaitu sayuran dan buah-buahan, atau euplemen (tambahan) yang diminum maupun disuntikkan. Antioksidan antara lain vitamin C, vitamin A, dan vitamin E, mineral selenium (sel) dan seng (zinc).

Suntik Pelangsing, Amankah?

Banyak orang cenderung ingin punya tubuh langsing dengan cara instan. Hal ini tentu saja membuka peluang usaha pelangsingan instan menjamur di mana-mana. Mulai  yang menawarkan sedot lemak (liposuction), sampai yang tak perlu merasa lapar (pakai obat tertentu).

Sayangnya, tak semua pelangsingan cara cepat ini aman ditempuh. Beberapa obat pelangsing yang digunakan juga bisa menimbulkan risiko kesehatan serius. Salah satunya obat pelangsing jenis suntik atau injeksi (intravena). Obat jenis ini umumnya ditujukan untuk menambah tingkat kecerahan pada kulit dan mengurangi kerutan-kerutan akibat proses penuaan. Obat injeksi yang digunakan pada umumnya mengandung vitamin C dosis tinggi (sekitar 1000 mg), ekstrak plasenta (dosis tinggi kolagen dan elastin), dan Tationil (gluthation atau suatu zat antioksidan). Vitamin C dosis tinggi ini jika diberikan kepada orang yang fungsi ginjalnya sudah menurun justru bisa menyebabkan gangguan ginjal serius.

Suntikan obat-obatan ini juga biasanya membuat penggunanya akan merasa penasaran untuk terus menerus menggunakannya hingga mencapai target tertentu. Jadi, terkadang tampak seperti ada efek adiksi (kecanduan). Berbeda dengan penggunaan obat yang bersifat CNS stimulant (perangsang saraf pusat), seperti amfetamin dan turunannya (metamfetamin, efedrin, fenilpropanolamin, dll).

“Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek toleransi, yaitu kebutuhan akan dosis yang lebih tinggi untuk bisa mencapai efek sama, serta gejala putus obat (withdrawal effect) jika pemberiannya langsung dihentikan,” ungkap dr. Nicolaski Lumbuun, Sp.FK, spesialis farmakologi klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Karawaci.

Sayangnya lagi, tak banyak orang mau tahu lebih jauh soal obat pelangsing ini, sehingga mudah saja menggunakannya. Mereka baru terpikir untuk berhenti ketika sudah terlanjur merasakan dampak negatifnya. Nah, agar tak salah memilih cara untuk melangsingkan tubuh, ketahui dulu semua informasinya sebelum terperosok ke dalam dampak buruknya.

Suntik Vs Oral
Di antara sekian banyak jenis obat pelangsing yang beredar di pasaran, di antaranya menawarkan efek rasa kenyang dengan serat fiber, menghambat penyerapan lemak, memanipulasi enzim pencernaan, hingga menekan nafsu makan dari susunan syaraf pusat. Tak hanya dalam sediaan obat oral atau tablet saja, tapi juga dalam bentuk injeksi atau ampul.

Menurut Nico, dari sisi keamanannya, penggunaan obat-obatan jenis injeksi sudah barang tentu lebih mudah menimbulkan risiko ketimbang obat oral. Pertama, pemberian injeksi ke dalam sirkulasi darah (intravena) akan mengundang risiko infeksi jika alat suntik dan cara penyuntikannya tidak steril. Kedua, pemberian obat dengan dosis relatif tinggi langsung ke dalam intravena akan membebani organ vital seperti ginjal dan hati, yang merupakan organ utama dalam menetralisasi efek obat. Ketiga, ada referensi yang menyatakan, pemberian obat intravena lebih mudah menimbulkan efek samping alergi dibandingkan bila diberikan per oral.

Hal lainnya, jika didapati efek toksik atau efek samping segera setelah pemberian obat intravena, akan sangat sulit mengurangi kadar obat di dalam darah. Tidak seperti  pada pemberian per oral, efek samping negatif dapat ditangani dengan cara merangsang muntah atau bilas lambung jika proses penelananmya masih kurang dari 2 jam.

Cara Kerja dan Efek Samping
Sejumlah obat pelangsing yang diberikan secara oral memang sudah diberi ijin edar oleh pemerintah secara resmi, di antaranya yang mengandung orlistat dan sibutramineSibutramine adalah sejenis bahan yang bekerja menekan nafsu makan dengan menghambat inaktivasi serotonin-norepinephrine di dalam otak. Kedua hormon ini dipercaya sebagai neurotransmitter yang berperan menghantarkan sinyal yang berhubungan dengan selera makan. Dengan demikian, orang yang mengonsumsi sibutramine beberapa saat sebelum makan, tidak akan makan secara berlebihan ketika tiba waktunya makan. Tidak disebutkan adanya adiksi terhadap obat ini, sehingga dianggap cukup aman untuk membantu memperbaiki pola makan seseorang.

Sedangkan orlistat, bekerja menghambat absorbsi lemak pada pencernaan. Bahan ini merupakan derifat lipstatin yang menghambat enzim lipase, yang diproduksi pankreas untuk mengurai lemak menjadi bentuk yang mudah diserap. Sehingga penyerapan lemak di usus sangat berkurang, dan banyak lemak ikut terbuang ke dalam feses. Lemak yang ikut keluar bersama feses ini menyebabkan konsistensi feses menjadi sangat lembek dan berminyak. Tak heran bila banyak pengguna orlistat mengeluhkan sulitnya menahan rasa ingin buang air besar (BAB). Selebihnya, obat ini tidak menimbulkan efek samping pada kesehatan secara menyeluruh.

Phenylpropanolamine (PPA) yang umum terkandung dalam obat dekongestan juga dapat digunakan untuk menekan nafsu makan. Dengan penggunaan sekitar 150 mg, propanolamine akan memberikan efek segar, waspada, dan mengurangi nafsu makan. Obat ini sifatnya merangsang sistem adrenergic yang bekerja meningkatkan tekanan darah dengan cara membuat vasokonstriksi pembuluh darah, meningkatkan frekuensi denyut jantung pada kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga kerja jantung jadi lebih berat. Bagi penderita hipertensi dan berpenyakit jantung, dapat mengakibatkan stroke.

Di Amerika, obat flu dengan kandungan ini di atas 50 mg, dibatasi penggunaannya, karena terbukti sering disalahgunakan sebagai obat pelangsing. Lain lagi dengan obat pelangsing yang mengandung metamphetamine, yang merupakan bahan yang populer dan sering pula disalahgunakan (drug abuse). Sebenarnya amphetamine adalah obat yang digunakan untuk terapi anak dengan gangguan atensi-konsentrasi serta hiperaktif (ADHD). Selain itu, juga digunakan sebagai obat penghilang rasa kantuk pada kasus narkolepsi (gangguan tidur) dan sindroma keletihan kronik.

Perlu Terapi Lain
Cara kerja amphetamine/ metamphetamine yaitu meningkatkan produksi norepinephrine, serotonin, dan dopamine pada otak sehingga menimbulkan perasaan selalu segar, bergairah, berkonsentrasi, tidak letih, dan lainnya. Namun, efek lainnya menyebabkan kita jadi tak punya nafsu makan. Ini sebagai efek dari peningkatan adregenic yang menghambat inaktivasi noradrenalin di otak. Sayangnya, beberapa pemakaian menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan jika digunakan selama beberapa lama. Inilah yang menyebabkan kondisi adiksi terhadap amphetamine.

Obat pelangsing lainnya yang umum digunakan adalah L-Carnitine, bahan hasil biosintesis dari lysin asam amino dan metionin yang dibutuhkan sel untuk mengangkut lemak dari cytosol ke mitokondria. Sel menggunakan banyak energi untuk membentuk otot ketimbang menyisakan lemak untuk ditimbun dalam jaringan. Penggunaan L-Carnitine tidak mengubah pola makan, hanya mereduksi penumpukan lemak tubuh saja.

Dari sekian obat pelangsing yang digunakan, amphetamine/metamphetamine menduduki rangking pengawasan lebih ketat. Risiko adiksi, intoksikasi, dan stroke yang mungkin dialami, membuat penggunaan amfetamin lalu dibatasi dalam undang-undang psikotropika. Namun, bila sudah terlanjur menggunakan obat pelangsing jenis ini dan menimbulkan adiksi, penggunaanya tak bisa sekonyong-konyong dihentikan, karena pemakainya bisa mengalami gejala putus obat dengan gejala lemas, hipotensi, tak bisa konsentrasi, gangguan emosi atau mood, depresi, cemas, serta gejala psikiatrik lainnya.

Oleh karena itu, untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap amphetamine ini perlu dilakukan perawatan khusus, seperti menurunkan dosis penggunaan obat secara bertahap, disertai dukungan terapi lainnya.